JALAN HIDUP

              Subuh, Badan seakan tidak mau beranjak dari nikmatnya Pulau Kapuk. Ingin terus terbuai dalam mimpi yang sangat menyenangkan diri. Perjalanan tetap harus terus berjalan kalau tidak bisa dikalahkan oleh Ibu-Ibu yang akan mendayung perahunya di Sungai Martapura. Yap, Ibu-ibu R**I OKE akan segera berjualan untuk mencukupi kebutuhannya.

              Pasar terapung yang mulai termakan oleh zamannya dan terusik oleh kemajuan dunia modern, seakan menunjukkan bahwa semua ada waktunya di dalam kehidupan yang fana ini. Kehidupan yang diberikan adalah anugerah yang selalu harus disyukuri dan tentunya harus dijalani. Namun, apakah semua akan sesuai harapan dan apakah akan statis saja dengan keadaan yang sama? Tidak mungkin! Perubahan itu pasti, tapi tidak semua perubahan dianggap sebagai kesempatan untuk maju.

              Perubahan merupakan satu hal yang tidak mungkin tidak terjadi, sepertinya tubuh ini, setiap detik terjadi perubahan untuk melakukan perkembangan dan juga mengatur metabolisme tubuh. Layaknya, Ibu-ibu yang mendayung di Pagi hari untuk berjualan di Sungai Martapura tersebut pasti mengharapkan terjadinya perubahan. Hal yang pasti mereka harapkan ketika mengayuh adalah Barang Dagangannya harus habis. Pasti tujuannya untuk makan dan juga untuk biaya primer lainnya.

              Jalan Hidup, Ibu-ibu tersebut dan juga Saya di Subuh tersebut pasti berbeda, saya ingin menangkap Indahnya suasana pagi di Sungai tersebut, Ibu tersebut ingin berjualan. Sungguh sudut pandang dan perjalanan hidup yang sangat berbeda, tapi apakah keduanya sama-sama bahagia? Belum tentu, di kisah yang lain, mungkin ketika sama-sama ingin menuju ke suatu tujuan yang sama, satu dapat bahagia, sedangkan yang lain tidak. Meskipun, Alasan dan tempatnya sama.

              Perjalanan hidup seorang yang mengikuti norma-norma dan ajaran agama yang ada dengan benar, pasti juga mendapatkan tantangan dan ujian. Kenapa? Justru itulah gunanya ajaran yang telah dia terima baik dari Kitab Suci maupun dari Panduan laiinya, yaitu Untuk Kuat melewati Kehidupan. Tidak ada kehidupan yang tanpa hambatan, tapi ada kehidupan yang selalu memiliki solusi dan damai sejahtera.

              Jadi, Jangan menggangap perjalanan hidup Anda adalah sesuatu musibah tapi semuanya itu adalah Karunia! Hidup adalah untuk memberkati orang lain.

Seperti Ibu Pedagang di Pasar Lok Baintan yang mengayuh bersama 3 bakul Buah untuk berjualan sejak subuh hari, seperti itulah semangat kalian wahai Jiwa-jiwa penuh karunia!