MENUNGGU JAWABAN

            Pelajaran dalam hidup yang akan melatih kesabaran adalah Menunggu. Menunggu sesuatu dapat menjadi semangat juga dalam hidup, jika sudah pasti akan didapatkan atau terjadi. Namun, jika menunggu sesuatu yang belum pasti? Perlu kesabaran pastinya!

            Doa merupakan suatu ungkapan syukur kita kepada Tuhan dan juga kesempatan untuk meminta atau memohon kepada yang Maha Kuasa. Doa dapat dijawab langsung, ditunda, atau bahkan tidak dijawab tergantung Sang Pemilik Hidup. Ketika Doa tersebut tidak dijawab secara langsung, iman dan kepercayaan kadang menjadi goyah. Pastinya, Manusia ingin semua Doa yang disampaikan dapat diwujudkan karena menurut si pendoa, hal yang didoakan adalah yang terbaik buat dirinya.

            Hal yang lainnya, menunggu jawaban dari Manusia, seperti menunggu jawaban cinta dan menunggu janji seseorang, merupakan hal yang sangat menguras energi. Ditolak cinta atau tidak ditepati janji, pasti hal yang sangat dihindari. Namun, berbicara dengan jawaban dan waktu yang berhubungan dengan Manusia sebenarnya sangat sulit untuk diprediksi, karena hati seseorang siapa yang tau?

            Kedua contoh hal tersebut dalam hal menunggu, baik dari Tuhan atau Manusia adalah suatu rangkaian hidup yang pasti terjadi. Kesemua itu berhubungan dengan kepercayaan dan harapan. Kepercayaan kita kepada Tuhan dan manusia dapat mengecewakan, namun jika kita menggantukan semuanya dalam suatu kekuatan harapan, pasti akan menenangkan. Menunggu sesuatu harus diikat dengan harapan, Harapan adalah sesuatu kekuatan yang paling kuat di dunia ini karena menjadi kekuatan bagi pribadi yang memiliki. Berbeda dengan ekspektasi, di dalam suatu harapan terdapat kepasrahan sehingga segala sesuatu yang terjadi akan selalu diterima.

            Jadi, menunggu sesuatu yang baik dapat dijadikan suatu kekuatan dalam hidup, jika proses tersebut terdiri dari kepasrahan dalam jawaban yang akan terjadi dalam suatu bentuk kekuatan, yaitu Harapan. Harapan juga harus terus mengalir, seperti sungai yang tak pernah kering walaupun kondisi cuaca terus berubah.

Advertisements

TATAPAN MASA DEPAN

            Wanita merupakan Ciptaan Tuhan yang sangat Indah dan dipuja-puja oleh Pria sebagai Teman Hidup. Sebagai tulang rusuk yang hilang, wanita merupakan penentu dalam suatu keluarga. Pria yang sukses selalu memiliki seorang wanita yang selalu berdoa untuk kesuksesannya.

            Salah seorang wanita ternama di Indonesia adalah Raden Adjeng Kartini. Anak dari Bupati Jepara pada jamannya ini, juga merupakan keturunan Bangsawan Jawa. Kartini memberikan pengaruh besar melalui tulisan-tulisan suratnya yang kemudian dirangkum menjadi Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” atau yang lebih terkenal sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

            Terang yang sangat berdampak bagi orang banyak terutama Wanita dalam melakukan emansipasi wanita. Ada kekuatan wanita yang tidak dapat dimiliki oleh Seorang Pria, oleh karena itu sentuhan wanita sangat dibutuhkan di setiap segmen hidup, terutama dalam memancarkan kasih sayang.

            Pribadi yang anda memiliki sekarang ini merupakan hasil dari perjuangan darah seorang wanita, yaitu Ibu. Kasih sayang yang diberikan kepada Anda hanya semata-mata untuk memberikan Masa Depan Anda yang lebih baik dari Dia.

            Tatapan Masa Depan yang Ibu harapkan ke Anda, merupakan Kasih Sayang Tuhan yang dipancarkan melalui Manusia. Jika Anda adalah Wanita, apakah Anda tidak merasakan Karunia yang Tuhan berikan?

            Jangan pandang Masa Lalu Anda jika memang buruk, pandanglah tujuan hidup Anda di dunia Ini. Anda diciptakan untuk melengkapi suatu hubungan, untuk menunjukkan kasih sayang, dan sudah pasti menjadi berkat. Jadi jangan sampai ada orang yang menghalangi anda untuk melakukan hal tersebut. Pakai diri Anda semaksimal mungkin, karena hidup anda tidak ada istilah “Continue?” jika sudah meninggal.

            Ingat, Sehabis Gelap adalah Terang dan Sehabis Badai adalah Pelangi. Menarilah dalam Hujan karena itu merupakan Karunia Tuhan yang kita patut nikmati. Jangan bilang Anda sudah terlambat, Kartini saja hanya hidup 25 Tahun di Dunia ini, namun sudah memberikan dampak yang luar biasa, Apalagi Anda yang masih diberikan hidup Panjang!!

Bangkitlah wahai Wanita yang Cantik! Anda adalah semangat Dunia!

JALAN HIDUP

              Subuh, Badan seakan tidak mau beranjak dari nikmatnya Pulau Kapuk. Ingin terus terbuai dalam mimpi yang sangat menyenangkan diri. Perjalanan tetap harus terus berjalan kalau tidak bisa dikalahkan oleh Ibu-Ibu yang akan mendayung perahunya di Sungai Martapura. Yap, Ibu-ibu R**I OKE akan segera berjualan untuk mencukupi kebutuhannya.

              Pasar terapung yang mulai termakan oleh zamannya dan terusik oleh kemajuan dunia modern, seakan menunjukkan bahwa semua ada waktunya di dalam kehidupan yang fana ini. Kehidupan yang diberikan adalah anugerah yang selalu harus disyukuri dan tentunya harus dijalani. Namun, apakah semua akan sesuai harapan dan apakah akan statis saja dengan keadaan yang sama? Tidak mungkin! Perubahan itu pasti, tapi tidak semua perubahan dianggap sebagai kesempatan untuk maju.

              Perubahan merupakan satu hal yang tidak mungkin tidak terjadi, sepertinya tubuh ini, setiap detik terjadi perubahan untuk melakukan perkembangan dan juga mengatur metabolisme tubuh. Layaknya, Ibu-ibu yang mendayung di Pagi hari untuk berjualan di Sungai Martapura tersebut pasti mengharapkan terjadinya perubahan. Hal yang pasti mereka harapkan ketika mengayuh adalah Barang Dagangannya harus habis. Pasti tujuannya untuk makan dan juga untuk biaya primer lainnya.

              Jalan Hidup, Ibu-ibu tersebut dan juga Saya di Subuh tersebut pasti berbeda, saya ingin menangkap Indahnya suasana pagi di Sungai tersebut, Ibu tersebut ingin berjualan. Sungguh sudut pandang dan perjalanan hidup yang sangat berbeda, tapi apakah keduanya sama-sama bahagia? Belum tentu, di kisah yang lain, mungkin ketika sama-sama ingin menuju ke suatu tujuan yang sama, satu dapat bahagia, sedangkan yang lain tidak. Meskipun, Alasan dan tempatnya sama.

              Perjalanan hidup seorang yang mengikuti norma-norma dan ajaran agama yang ada dengan benar, pasti juga mendapatkan tantangan dan ujian. Kenapa? Justru itulah gunanya ajaran yang telah dia terima baik dari Kitab Suci maupun dari Panduan laiinya, yaitu Untuk Kuat melewati Kehidupan. Tidak ada kehidupan yang tanpa hambatan, tapi ada kehidupan yang selalu memiliki solusi dan damai sejahtera.

              Jadi, Jangan menggangap perjalanan hidup Anda adalah sesuatu musibah tapi semuanya itu adalah Karunia! Hidup adalah untuk memberkati orang lain.

Seperti Ibu Pedagang di Pasar Lok Baintan yang mengayuh bersama 3 bakul Buah untuk berjualan sejak subuh hari, seperti itulah semangat kalian wahai Jiwa-jiwa penuh karunia!

Setiakah?

Langkah kaki kecilmu berjalan kesana kemari mengikuti saudaramu dan indukmu, kamu yang selalu berada di deretan belakang. Kemana induk dan saudaramu pergi, kamu akan tetap setia dan patuh mengekori mereka. Apakah kamu harus begitu patuh atau apakah karena ketidakberdayaanmu yang memaksamu untuk tetap patuh? Namun di saat indukmu berkokok di pagi hari, kamu hanya bisa menciap-ciap kegirangan. Lantas apakah kamu di-cap tidak setia dan tidak patuh karena tidak berkokok?

Mentari bersinar di pagi hari dan tenggelam di ufuk barat sesuai waktunya. Apakah di saat itu akan ditemani awan hitam dan halilintar, mentari tetap akan ada di singgasananya, tetap bersinar dan beristirahat di kala sang Bulan menyapanya. Bulan dan temannya para bintang bergantian dengan mentari menerangi bumi ini. Apakah mereka begitu teguh dan setia akan pencitraan tersebut? Apakah mereka bisa melalaikan semua itu? Siapa yang bisa melawan hukum alam?

Begitu juga dengan manusia yang tidak dapat mempungkiri kodratnya. Lahir, tumbuh dewasa, merasakan sakit dan bahagia, melahirkan bagi beberapa kaum hawa, tua dan meninggal. Tiap hari manusia di bumi ini akan bangun dan memulai aktivitasnya. Berucap syukur, melakukan olahraga ringan, memperhatikan nafas, menyapa dan senyum ke dirinya sendiri atau sekedar mengecek telepon selulernya, merasa dirinya paling sibuk dan penting dengan mengecek apakah ada pesan masuk untuk dirinya, mengecek postingan/ feeds baru di dunia mayanya. Itu hanya beberapa contoh rutinitas beberapa manusia ketika bangun pagi.

Hari ini dan jam sekian belajar musik, jam sekian belajar bahasa, jam sekian waktunya nonton, esoknya jam sekian waktunya dengan teman dan keluarga dan sebagainya. Esok harinya mungkin dia bisa mengingkari jadwalnya, menghianati prinsip dan tujuannya. Mengeluh waktunya tidak pernah cukup, namun sangat gampang pula ia mengabaikan waktu yang ia peroleh. Sampai kapan ia masih bisa menerima konsekuensi atas penghianatannya. Namun, semuanya butuh waktu, butuh ketekadan hati, disiplin dan tanggun jawab, berpendirian teguh dan setia. Apakah ia perlu suntikan motivasi dibalik semua itu?

Belajarlah ia setiap waktu,

disusunilah prioritasnya. Dan lama kelamaan jika ia tetap setia dan menjalani sesuai prinsipnya, tanpa sadar semuanya akan menjadi rutinitas. Namun akan menjadi rutinitas positif, rutinitas yang dapat mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. Dibuatnya rutinitas-rutinitas tersebut menyenangkan dan berwarna sehingga ia tidak mudah terlena dan tergoda dengan si bosan.

Sedalam apa keteguhan dan kesetiaanmu, hanya dirimu yang paling mengetahuinya.

Jika demikian, apa makna setia bagi kamu?