YUK PUASA!

           Bulan ini adalah bulan penting bagi Penganut Agama Islam, yaitu Bulan Ramadhan yang artinya berpuasa. Puasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menghindari makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan keagamaan). Namun, Puasa tidak dijalankan saja oleh Agama Islam saja, tapi kepercayaan lain juga melakukannya. Puasa sebagai bentuk suatu penyangkalan diri memang bertujuan untuk menahan diri bukan saja untuk tidak makan dan minum tetapi dari perlakuan yang jahat dan tidak sesuai dengan Norma Agama.

          Kehidupan ini memang terdiri dari hawa nafsu atau keinginan daging yang selalu membawa kita keluar dari Jalur Kebenaran. Jalur Kebenaran sudah diungkapkan dari masing-masing Kitab Suci yang seharusnya tinggal dijalankan saja. Seakan-akan kata tersebut mudah saja, tentu saja penuh tantangan. Hidup tidak pernah menjanjikan akan kemudahan dan tanpa masalah, tapi menjanjikan akan solusi. Solusi yang selalu disediakan untuk menyelesaikan masalah tapi terkadang tidak mudah ditangkap dan dimengerti. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup, tidak melebihi dari kemampuan individu itu sendiri. Jadi, tinggal kita temukan saja solusinya!

          Sekarang ini, Anda berada di jalur mana? Sedang berada di tikungan menuju persimpangan kesesatan, jalur kebenaran, atau sudah berada dalam jalur kesesatan? Hati-hati! Jalur yang anda pilih adalah penentuan Garis Akhir yang akan anda capai. Simpangan-simpangan yang dilewati sebenarnya sudah dilengkapi dengan Petunjuk Tujuan, tetapi info tersebut terkadang tidak dipandang. Yap! Kita sering melakukan sesuatu sebenarnya sudah tau akibatnya namun sering melakukan Perjudian di atasnya. Seakan-akan hal tersebut akan mudah diampuni oleh Mahakuasa atau bisa dapat diterima. Hubungan Kita dengan peraturan Tuhan bukanlah tawar-menawar tetapi fix price!

          Jalur salah yang mungkin anda tempuh saat ini, bisa jadi penentuan hidup anda setelah kematian. Namun, tidak perlu khawatir, Mahakuasa tidak pernah membenci umatnya, Dia selalu menawarkan jalan sempit menuju Jalur Kebenaran lagi. Tapi, Apakah Anda melihatnya atau anda melewatinya begitu saja? Dia tidak pernah menyesatkan Umatnya, kita sendiri yang ingin sesat. Menurut suatu kutipan, Kesempatan tidak datang dua kali. Namun, menurut hemat saya, Kesempatan selalu datang berulang kali, tapi tidak ada kesempatan kedua kali di momen yang sama.

          Selamat Berpuasa dan Mari Saling Memaafkan! Sudah cukup kita berdosa! Mari lewati Jembatan ini menuju ujung Kemenangan!

Advertisements

Puasa, Nafsu dan Bersyukur

Senja yang terlukis di langit kemerahan mulai mendekap hamparan sawah yang kekuningan. Sebagian warna biru langit mulai bercampur dengan warna senja dan sawah, sungguh lukisan yang sempurna. Lukisan ini sering terlukis dan diperhatikan ketika berpergian menggunakan kereta. Saatnya temen-temen muslim untuk berbuka puasa. Perjuangan sehari itu patut dirayakan. Setelah berbuka, tidak lupa mengucap syukur dan mulai berkumandangkan doa. Pemandangan yang syahdu, berdoa bisa dilakukan di mana saja.

Puasa bisa berarti menahan diri atas sesuatu. Misalnya puasa makan maka ia sedang melatih diri untuk tidak makan. Mungkin menahan diri untuk tidak makan masih sanggup dilakukan. Namun dibalik itu, ujian sebenarnya adalah menahan nafsu. Tidak makan adalah aktivitas nyata sementara nafsu yang berhubungan dengan emosional seseorang yang dapat menyebabkan hasrat atau keinginan agak menjadi tantangan. Bukan karena lapar ia makan, namun ia tergoda akan nafsu. Kita harus berpegang teguh pada pendirian agar tidak tergoda nafsu tersebut. Akan tetapi nafsu bukan berarti hal negatif. Sesuatu yang masih pada takarannya maka ia mendatangkan kebaikan/ hal positif.

Dengan adanya nafsu tersebut artinya kita masih dalam keadaan sehat, karena masih punya nafsu makan maka sistem tubuh masih beroperasi normal. Selain nafsu, dengan berpuasa, kita belajar mensyukuri. Kita akan lebih menghargai setiap makanan yang dihidangkan. Setiap makanan akan terasa lebih bernilai/ bermakna ketika kita menjalankan puasa makan yang tadinya dibatasi. Selain makanan, kita juga bisa belajar berpuasa atas hal lainnya.

Jadi, dengan berpuasa akan menuai banyak manfaat dari melatih diri, menahan nafsu, bersyukur dan menghargai. Yuk puasa!!!

BERLARI TAK DIKEJAR

Kemana Tujuan Anda? Sudah tau atau masih dalam pencarian? Mencari tujuan hidup tidak dapat dengan mudah ditentukan, tentu saja dengan banyak proses. Lahir dengan tubuh yang sempurna belum tentu menuntun ke dalam kehidupan Sempurna. Hidup yang sempurna dapat dicapai dengan proses hidup yang baik.

Bernapas adalah salah satu awal pelajaran kita dalam kehidupan lalu disambung dengan melihat dan berbicara. Mama dan Papa mungkin kata pertama yang keluar dari mulut anda. Selanjutnya, anda diperkenalkan dengan cita-cita, teladan, dan lingkungan.

Seorang Anak Raja belum tentu menjadi seorang Raja nantinya, apalagi Seorang biasa. Namun, kita semua dilahirkan untuk menjadi Raja, hanya perjuagan dan harapan yang menjadikan kekuatan untuk mencapainya.

Namun, cita-cita yang telah kita ucap sejak kecil kepada Orang Tua dan kepada teman-teman di sekolah, dapat berubah dalam berjalannya waktu. Pengaruh lingkungan, pendidikan, dan kesuksesan orang lain, dapat menjadi Petunjuk Arah lain.

Tidak dapat dipungkiri, rumput tetangga selalu hijau. Yap, hal hijau tersebut menjadikan langkah kita ingin berpindah ke gang atau jalur yang lain. Hasilnya bisa baik dan juga buruk. Memandang rumput yang hijau terkadang tidak dibarengi dengan proses pertumbuhannya, yaitu melawan parasit, hujan, badai, dan sengatan matahari. Hasil akhir yang selalu dilihat.

Seperti berlari namun dikejar rasa ingin seperti orang lain yang belum tentu sama jalan hidupnya. Anda diciptakan pasti dengan tujuan yang berbeda-beda, tentu saja dengan jalan yang berbeda-beda.

                 Jadi, berlarilah dalam arenamu sendiri, dan istirahatlah sejenak untuk mengevaluasi, dan menolehlah terus ke depan.

Jalan – Jalan Ga Selalu Mahal kan?

Kapal merapat di pelabuhan Padang Bai sekitar pukul 14:00. Setelah pamitan dengan keluarga dan sebungkus nasi di genggamanku, aku berjalan ke dermaga dan naik ke kapal. Rintik hujan saat itu membawa awan hitam di tengah laut. Kapal mulai menjauhi dermaga pukul 14:15. Perjalanan dari Pulau Dewata ke Negeri Seribu Mesjid memakan waktu sekitar 4 jam. Perkiraanku akan sampai di pelabuhan Lembar sekitar jam 6:15. Pulau Bali semakin menjauhi kapal dan perlahan menghilang di hadapanku. Tertinggal bayangan gunung Agung dan gunung Abang yang berdiri dengan megah di belakang kabut. Sesekali kumenatap dalam ke laut, menanti hewan laut seperti yang bisa kulihat saat menyebrang ke Lampung. Namun hanya ada buih air yang terbentuk dari benturan kapal ke laut.

Kurang lebih 4 jam, kapal mendekati pulau Pedas itu. Namun antrian merapat ke dermaga memakan sekitar 1 jam. Laut dan langit saat itu sangat bersahabat. Awan hitam di tengah laut itu seperti menemani kapal. Malam itu saya sudah janjian untuk bermalam di rumah singgah Lombok. Beruntung saat saya ke sana, rumah singgah sudah dibuka kembali. Terima kasih mas Yonks, mamak dan bapak. Rusing Lombok menampung para traveller yang ingin singgah menyicipi manisnya kopi buatan mamak. Tentunya bukan hanya itu yah guys, kuy cek ig @rumahsinggahlombok untuk detilnya. Janjian dulu ya sebelum singgah. Malam itu bolehlah kita mendengar cerita mamak, bapak dan pejalan yang sedang singgah. Kata mamak, pejalan yang singgah ibarat anaknya yang pulang ke rumah.

Malam itu juga baru disusun itinerary untuk perjalananku selama di Lombok sampai 3,5 hari ke depan dengan menyewa motor. Plan esoknya akan ke 3 gili maskot pulau Lombok yaitu gili Trawangan, Meno dan Air. Gili artinya pulau kecil. Dan benar saja, dari dermaga Bangsal kita bisa melihat 3 gili berderetan, dari pulau terbesar dan terjauh gili Trawangan, disusul gili Meno dan gili Air. Dari rusing ke dermaga Bangsal sekitar 2 jam dan akan melewati pinggiran laut dan hutan. Di beberapa daerah, akan terlihat banyak monyet yang nongkrong di tepi jalan yang menunggu diberi makan. Sampai di dermaga sekitar jam 9. Di sana tersedia parkiran kendaraan, jadi bisa kita inapkan jika akan menginap di Gili.

Bersyukur cuaca pagi itu cukup cerah karena sempat beberapa hari yang lalu selalu hujan. Dermaga terlihat ramai dan asiknya lagi semua informasi kapal dari jadwal dan biaya sangat jelas. Kami putuskan untuk menginap di Trawangan karena lebih ramai dan tentunya lebih banyak penginapan yang harganya terjangkau. Perjalanan sekitar 30 menit dengan menggunakan kapal kayu. Kapal sudah dibagi sesuai warna tiket dan tujuan, dan kapal akan berangkat setelah penuh penumpangnya. Tidak menunggu terlalu lama, kami pun menyebrang ke gili.

Sampai di Trawangan sekitar jam 10:00 dan wisatawan wajib registrasi menggunakan ID seperti KTP. Dari bibir pantai berjejer penginapan dan restoran/ bar/ cafe. Kita bisa juga belajar dan mengambil license menyelam di gili ini. Tepat jam 10:30 tersedia kapal umum untuk hoping island ke gili Meno dan Air. Banyak informasi dan tempat yang menjual tiket hoping island ini. Lewat dari jam 10:30, kita masih bisa menyewa kapal private untuk hoping island 3 gili. Kami membeli tiket di tempat penginapan kami yang sudah include makan siang di gili. Tiket juga termasuk penyewaan 2 item seperti fin, pelampung dan snorkel. Sedikit tips, bawalah barang-barang yang hanya akan digunakan untuk snorkeling/ diving. Minuman sudah tersedia di kapal.

Hoping island di 3 gili akan membawa kita melihat alam bawah laut Lombok. Di gili Air kita akan melihat lebih banyak ikan. Biasanya kita bisa memberi roti untuk memancing ikan mendekati kita. Paket ini juga berhenti di taman bermain penyu. Info guide, yang bisa berenang bisa mengikutinya ke tengah laut untuk melihat penyu. Untuk melihat penyu, tidak segampang perkiraanku karena harus menyelam sekitar puluhan meter. Jadi saya hanya melihat dari atas, namun tetap tidak terjangkau penglihatan. Harus latihan lagi nanti biar ke depannya lebih leluasa untuk menyelam. Trip akan berakhir sekitar pukul 15:00 – 16:00.

Jadi, liburan singkat di Lombok sangat jelas informasinya dan seperti kata mas Yonk bahwa jalan-jalan ga selalu mahal kan? Berikut pengeluaran biaya dengan harga di Desember 2016:
– Kapal Ferry dari Padang Bai ke Lembar berangkat setiap 1 jam sekali dan beroperasi 24 jam. Tiket saat itu, Desember 2016 seharga 40.000.
– Sewa motor per hari 70.000.
– Parkir motor inap 1 malam 15.000.
– Tiket kapal Bangsal-Trawangan dan sebaliknya @ 15.000. Kapal tersedia setiap pagi jam 8:00.
– Paket hoping island 3 gili dan lunch 120.000.
– Homestay standar berkisar 100.000 – 250.000.

Si hitam itu selalu mengejarku. Kuberlari semakin cepat, semakin cepat juga ia menyusulku. Ketika di depan dihadang jalan bercabang, kupilih lorong gelap itu. Berharap bisa sembunyi dan beristirahat sejenak. Dan benar, tiba-tiba ia hilang ketika saya masuk lorong gelap itu. Perlahan tak terdengar derap kakinya lagi. Apakah ia sama denganku yang takut akan lorong gelap?

Pernahkah ku kejar impianku layaknya bayangan yang selalu mengejarku? Rasanya sudah lama kuterbenam di tempat ini yang begitu nyaman. Hasrat itu tidak sekuat ketika kududuk di bangku perpustakaan kampus. Begitu banyak impian dan keinginan yang bertandang di to-do list. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Namun kaki ini masih berdiri di tempat.

Kutermenung cukup lama dan rasanya harus kusudahi istirahat ini. Kucoba bangun namun beberapa kali kuharus duduk kembali sebelum bisa berdiri dengan mantap. Otot ini sudah mulai kaku karena kurangnya aliran darah ketika istirahat panjang tadi. Kulihat ke belakang apakah sosok hitam itu sebenarnya masih mengejarku. Kurangnya pencahayaan di lorong itu menghalau penglihatanku. Kuberanikan diri melangkah keluar lorong dan menghirup udara segar sedalam-dalamnya. Seketika kusadari sosok hitam yang mengejarku adalah bayanganku sendiri.

Tiap awal tahun, aku set lagi tujuan yang akan kukejar. Melihat beberapa goal tahun sebelumnya membuatku tidak berdaya. Cukup sudah, waktu juga tidak akan menungguku. Saatnya mengejar, seiring umurku yang bertambah semakin terbatas beberapa kesempatan yang tersedia. Kaki ini sudah siap melangkah ke depan dengan mantap. Pengorbanan sebelum mencapai impian sudah cukup membuatnya berharga.

Setidaknya ku mulai bergerak karena bayanganku di danau itu bukanlah sosok hitam yang kutakuti.

Menunggu Layaknya Bambu

Kunanti derap kaki di koridor kosong dan gelap itu. Harap cemas penantian ini akan berbuah sia-sia. Apakah sudah cukup di sini penantianku? Toh ini tidak akan ada hasil yang bisa memuaskanku. Atau apakah usahaku kurang panjang dan tetap melanjutkan apa yang sudah kuperjuangkan? Mungkin dengan sedikit perubahan sehingga kubisa lebih berkreatif dan tidak merasa bosan. Namun sebenarnya bukan aku yang berubah, ku masih seperti dulu. Yang berubah adalah pemikiranmu terhadap objek tersebut.

Menanti adalah hal yang tidak disukai banyak orang. Ketika menunggu temanmu yang lama, menunggu bus yang tak kunjung datang sementara kamu sudah telat ke kantor, menunggu antrian panjang di jalanan macet Jawa. Yang bisa dilakukan adalah bukan mengeluh, kamu bisa membaca, menulis, belajar kosa kata baru di luar bahasa ibu, mendengar musik, dan sebagainya.

Namun bagaimana jika kondisinya adalah menunggu orang terkasih yang sedang terbaring di ranjang putih itu? Yang bisa dilakukan adalah berdoa dan mengharapkan yang terbaik. Tentu akan berbeda perlakuannya jika kita dihadapkan pada ujung dunia ini. Penantian mulai berevolusi menjadi perasaan menyesal, menyalahkan diri sendiri, berpasrah akan hukum alam dan lebih mendekatkanku kepada keyakinanku. Ia juga merubah cara berpikir dan berprilaku, tanpa disadari akan tumbuh lebih dewasa. Namun apakah masih ada kesempatan untuk berubah?

Terlalu lama menyalahkan diri akan penantian yang digunakan untuk hal yang tidak berguna. Tidak akan ada perubahan jika yang dilakukan hanya menunggu. Diriku sendiri yang dapat merubah langkah ke depanku.

Lebih baik terlambat memulai daripada tidak memulainya sama sekali. Menunggulah seperti pohon bambu yang walaupun daun dan rantingnya tidak akan bercabang ke samping dan mengganggu tanaman di sekitarnya namun ia akan tetap tumbuh menjulang ke atas.

MENUNGGU JAWABAN

            Pelajaran dalam hidup yang akan melatih kesabaran adalah Menunggu. Menunggu sesuatu dapat menjadi semangat juga dalam hidup, jika sudah pasti akan didapatkan atau terjadi. Namun, jika menunggu sesuatu yang belum pasti? Perlu kesabaran pastinya!

            Doa merupakan suatu ungkapan syukur kita kepada Tuhan dan juga kesempatan untuk meminta atau memohon kepada yang Maha Kuasa. Doa dapat dijawab langsung, ditunda, atau bahkan tidak dijawab tergantung Sang Pemilik Hidup. Ketika Doa tersebut tidak dijawab secara langsung, iman dan kepercayaan kadang menjadi goyah. Pastinya, Manusia ingin semua Doa yang disampaikan dapat diwujudkan karena menurut si pendoa, hal yang didoakan adalah yang terbaik buat dirinya.

            Hal yang lainnya, menunggu jawaban dari Manusia, seperti menunggu jawaban cinta dan menunggu janji seseorang, merupakan hal yang sangat menguras energi. Ditolak cinta atau tidak ditepati janji, pasti hal yang sangat dihindari. Namun, berbicara dengan jawaban dan waktu yang berhubungan dengan Manusia sebenarnya sangat sulit untuk diprediksi, karena hati seseorang siapa yang tau?

            Kedua contoh hal tersebut dalam hal menunggu, baik dari Tuhan atau Manusia adalah suatu rangkaian hidup yang pasti terjadi. Kesemua itu berhubungan dengan kepercayaan dan harapan. Kepercayaan kita kepada Tuhan dan manusia dapat mengecewakan, namun jika kita menggantukan semuanya dalam suatu kekuatan harapan, pasti akan menenangkan. Menunggu sesuatu harus diikat dengan harapan, Harapan adalah sesuatu kekuatan yang paling kuat di dunia ini karena menjadi kekuatan bagi pribadi yang memiliki. Berbeda dengan ekspektasi, di dalam suatu harapan terdapat kepasrahan sehingga segala sesuatu yang terjadi akan selalu diterima.

            Jadi, menunggu sesuatu yang baik dapat dijadikan suatu kekuatan dalam hidup, jika proses tersebut terdiri dari kepasrahan dalam jawaban yang akan terjadi dalam suatu bentuk kekuatan, yaitu Harapan. Harapan juga harus terus mengalir, seperti sungai yang tak pernah kering walaupun kondisi cuaca terus berubah.

MIMPI DAN NYATA

            Saya berjalan mendaki pagi ini untuk bertemu dengan rekan bisnis, membahas kemajuan bisnis yang ada. Bisnis berjalan dengan sangat baik, tanpa diduga, kami mendapatkan keuntungan 300% dalam 3 bulan terakhir. Namun, bunyi suara alarm pun terdegar dan membuat ku terjaga, ternyata cerita tersebut hanya kehidupan di dalam pikiran selama tertidur. Itulah mimpi indah yang dialami, penuh keuntungan.

            Mimpi tidak semua berisi hal yang indah tapi ada juga mimpi buruk yang sama sekali tidak diharapkan terjadi. Mimpi buruk tersebut sering menggangu tidur, sehingga sering membangunkan secara mendadak, seperti mimpi jatuh dari ketinggian. Waktu dalam mimpi buruk diharapkan segera berakhir, namun mimpi yang indah diharapkan berlangsung lama. Waktu memang tidak bisa diberhentikan dan dipercepat, oleh karena itu perlu selalu dinikmati.

            Namun, waktu yang selalu diharapkan adalah waktu yang bahagia. Waktu bahagia terbentuk sebagai hasil dari waktu-waktu perjuangan yang telah dilewati. Kebanyakan orang selalu melihat kesuksesan seseorang hanya dari hasil yang telah dicapai, namun tidak dari proses yang telah dilewati. Keadaan atau waktu yang dimiliki orang sukses tersebut diantaranya terdiri dari, waktu-waktu perjuangan dan juga mimpi-mimpi buruk.

            Menikmati waktu dan keadaan yang ada secara positif akan melahirkan hal yang positif. Tidak seperti rumus matematika bahwa minus harus dilawan dengan minus untuk mendapatkan positif. Ya itulah hidup, tidak ada rumus bakunya, hanya ada ramuannya saja, namun itupun kalau diracik dengan benar.

            Keadaan yang buruk jika terjadi dalam hidup dapat diatasi dengan mudah jika dinikmati. Bagaimana menikmatinya? Hal yang terjadi tersebut memang jalur yang harus kita lewati. Jalan tersebut harus dinikmati karena akan mengakibatkan kaki anda dapat dengan mudah melangkah dan juga akan melahirkan kulit kaki yang kuat, tebal, namun sensitif. Sensitifitas sangat penting agar anda tidak kembali ke keadaaan tersebut.

            Waktu yang buruk dapat dilewati semudah anda mengakhiri mimpi buruk anda, yaitu terbangun!! Bangun lah dari pemikiran buruk anda dan nikmatilah Waktu yang telah disediakan karen hidup cuma sekali tidak pantas diisi dengan kesusahan!

Berjalan Seiring Waktu

Kereta melaju kencang di hadapanku, meninggalkan angin dan sedikit debu menampar wajahku. Waktu masih menunjuk di menit 45. Rasanya jadwal kereta di stasiun ini adalah 7:45, mengapa di menit 45 juga kereta sudah menancap gas dan membunyikan klaksonnya yang terdengar sampai di ujung lorong meninggalkan stasiun ini? Ataukah waktuku dan dia terpaut beberapa detik sehingga kami tidak akan pernah selaras, selalu bertengkar dan meributkan hal sepele yang nyatanya adalah perbedaan waktu itu? Atau ada alasan lain dibalik semua keributan ini?

Rasanya cukup lelah memikirkan waktu itu. Waktu yang seakan tak mungkin kukejar. Tapi jika dipikir kembali seberapa berharganya waktu itu? Bukankah fokus apa yang kukerjakan saat ini lebih berharga? Karena apa yang kukerjakan sekarang yang menentukan arah kedepannya. Bukan ramalan ataupun pemikiran orang lain yang mengarahkan masa depanku. Beberapa orang mengatakan bukan seberapa lama kita hidup di dunia ini untuk menentukan kualitas hidup kita namun seberapa banyak hal baik yang telah kita lakukan.

Apa yang terjadi jika aku berhasil naik ke kereta tadi? Bukan berarti waktu kami akan sama dan tidak akan ada pertikaian. Semuanya tergantung tindakanku terhadap suatu masalah. Aku bisa mengarahkannya menjadi lebih baik atau bahkan memperburuknya. Apakah aku sudah memikirkannya dengan matang sebelum bertindak? Waktu itu layaknya pikiran yang sama-sama adalah benda abstrak, tidak berwujud, yang agak sulit dikontrol dan digapai. Tapi tidak semua hal harus aku pikirkan juga. Lebih baik aku melepaskannya, membiarkannya mengalir. Fokus untuk saat ini, di mana ketika kumerasa tidak ada yang sedang dilakukan namun kubisa menilik diriku sendiri bahwa ku sedang bernafas dan itulah yang harus kusadari saat ini.
Jangan terlalu menuntut lebih dirimu ketika kau rasa itu adalah yang paling maksimal.

Waktu itu adalah uang. Mungkin benar buat para pekerja yang menghabiskan waktunya di tempat kerja untuk menumpukkan pundi uangnya. Namun ku lebih memihak untuk berdiri di sini, berjalan seiring dengan waktu, memilih berdamai dengan diriku sendiri. Mengumpulkan pengalaman dan pelajaran sebanyak kemampuanku di masa ini. Jikapun itu tidak sesuai harapan, kubiarkan waktu juga yang walaupun perlahan tapi pasti mengobati luka yang pernah tergores itu. Kelak semuanya akan indah pada waktunya.

Dikala senja menyapa kuberharap ku tak takut lagi, kubiarkan perasaan itu terbenam bersama mentari.

TATAPAN MASA DEPAN

            Wanita merupakan Ciptaan Tuhan yang sangat Indah dan dipuja-puja oleh Pria sebagai Teman Hidup. Sebagai tulang rusuk yang hilang, wanita merupakan penentu dalam suatu keluarga. Pria yang sukses selalu memiliki seorang wanita yang selalu berdoa untuk kesuksesannya.

            Salah seorang wanita ternama di Indonesia adalah Raden Adjeng Kartini. Anak dari Bupati Jepara pada jamannya ini, juga merupakan keturunan Bangsawan Jawa. Kartini memberikan pengaruh besar melalui tulisan-tulisan suratnya yang kemudian dirangkum menjadi Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” atau yang lebih terkenal sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

            Terang yang sangat berdampak bagi orang banyak terutama Wanita dalam melakukan emansipasi wanita. Ada kekuatan wanita yang tidak dapat dimiliki oleh Seorang Pria, oleh karena itu sentuhan wanita sangat dibutuhkan di setiap segmen hidup, terutama dalam memancarkan kasih sayang.

            Pribadi yang anda memiliki sekarang ini merupakan hasil dari perjuangan darah seorang wanita, yaitu Ibu. Kasih sayang yang diberikan kepada Anda hanya semata-mata untuk memberikan Masa Depan Anda yang lebih baik dari Dia.

            Tatapan Masa Depan yang Ibu harapkan ke Anda, merupakan Kasih Sayang Tuhan yang dipancarkan melalui Manusia. Jika Anda adalah Wanita, apakah Anda tidak merasakan Karunia yang Tuhan berikan?

            Jangan pandang Masa Lalu Anda jika memang buruk, pandanglah tujuan hidup Anda di dunia Ini. Anda diciptakan untuk melengkapi suatu hubungan, untuk menunjukkan kasih sayang, dan sudah pasti menjadi berkat. Jadi jangan sampai ada orang yang menghalangi anda untuk melakukan hal tersebut. Pakai diri Anda semaksimal mungkin, karena hidup anda tidak ada istilah “Continue?” jika sudah meninggal.

            Ingat, Sehabis Gelap adalah Terang dan Sehabis Badai adalah Pelangi. Menarilah dalam Hujan karena itu merupakan Karunia Tuhan yang kita patut nikmati. Jangan bilang Anda sudah terlambat, Kartini saja hanya hidup 25 Tahun di Dunia ini, namun sudah memberikan dampak yang luar biasa, Apalagi Anda yang masih diberikan hidup Panjang!!

Bangkitlah wahai Wanita yang Cantik! Anda adalah semangat Dunia!

Dari Kegelapan Menuju Cahaya

Aung San Suu Kyi, dari negara tetangga, Myanmar, dengan gelar “The Lady” menerima penghargaan nobel perdamaian atas perjuangannya. Suu Kyi memajukan demokrasi di negaranya tanpa kekerasan yang menentang rezim militer. Kisah lainnya dari negeri yang terkenal akan dunia perangnya, Pakistan. Malala Yousafzai, gadis belia yang tumbuh di bawah pemerintahan Taliban. Murid sekaligus aktivis pendidikan dan aktivisme hak-hak perempuan di negaranya. Wanita-wanita ini hidup di lingkungan serba terbatas bagaikan sekuntum bunga yang mekar di semak belukar. Keberanian dan semangat juang yang membuat mereka tumbuh subur.

Tak tertinggal kisah dari bumi pertiwi, tanah air yang kucintai, Indonesia. Menilik kembali sejarah salah satu pejuang wanita di Indonesia, Raden Ajeng Kartini, kelahiran Jepara, Jawa Tengah yang juga memberikan kesan mendalam dibalik sosok lemah lembutnya. Jujur saja hati ini terketuk kembali. Dari bangku sekolah sudah diperkenalkan perjuangannya di pelajaran sejarah namun saat itu hanya sebatas hapalan agar dapat nilai bagus. Setelahnya tidak ada makna yang terserap. Memperingati hari Kartini tiap tahun dan menyanyikan lagunya namun jika tidak memahami semangat beliau rasanya kurang pantas bagi seorang wanita Indonesia yang menerima pendidikan tinggi dengan bebas di era ini. Hal ini berlaku bagi saya.

Singkat cerita, Kartini berasal dari kalangan priyayi, bangsawan Jawa. Putri mulia yang berhasil mengenyam pendidikan sampai umur 12 tahun. Kepiawaiannya berbahasa Belanda membawa ia mengenal cara berpikir wanita-wanita modern Eropa yang mempunyai hak sama dengan kaum Adam. Kartini kerap berkorespondensi dengan teman-temannya di Belanda. Tersirat perempuan Indonesia dengan status sosial yang rendah, beliau memperjuangkan wanita Indonesia untuk mendapat kebebasan dan persamaan derajat memperoleh pendidikan. Kecintaan dan kepatuhannya pada kedua orangtuanya, ia dipingit di umur 24 tahun dan meninggalkan cita-citanya untuk melanjutkan studi di Belanda. Tidak patah semangat dan beruntung suami Kartini mendukung cita-citanya. Akhirnya berdirilah sekolah Kartini di Rembang. Kartini meninggal di usia muda 25 tahun. Setalah wafat, surat-surat Kartini dibukukan dengan judul “Door Duisternis tot Licht” yang artinya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.

Selain melahirkan semboyan “Habis gelap terbilah terang“, masih banyak nasehat Kartini dalam buku maupun suratnya yaitu:

–  Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.

– Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.

– Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.

– Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.

– Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.

Sudah lebih mengenal ibu kita Kartini, putri sejati, putri Indonesia kan? Berpanduanlah akan semangat dan kegigihan Kartini.

Matahari yang Memberikan Keberuntungan

Menyambut bulan ujian nasional, errol pun mengangkat tema mengenai ujian di minggu ini. Salah satu admin errol juga ikut meramaikannya. Yapp, entah karena sudah lama terlena akan dunia kerjaan atau apa, dunia yang sepertinya selalu statis karena masih di titik yang sama walaupun sebenarnya begitu banyak proses di dalamnya. Ketika dihadang ujian pastinya akan ada perasaan gugup dalam diri ini. Namun ujian kali ini sebenarnya adalah pilihan. Sedang mencoba untuk merubah jalan ke depannya namun harus fokus akan prosesnya saat ini.

Sebelum menentukan tanggal ujian, ada begitu banyak pertimbangan. Sementara waktu terus berjalan. Semakin terdesak semakin cepat keputusan harus dibuat. Sampai akhirnya tanggal ujian ditetapkan dan banyak persiapan yang harus dilakukan khususnya latihan. Dengan latihan akan membuatmu terbiasa. Ingin rasanya segera menyelesaikan ujian itu. Di sisi lain, khawatir juga waktu berlalu dengan cepat karena merasa belum ahli. Bagiku, semakin cepat semakin bagus. Banyak to-do list yang akhirnya harus di-pending dulu. Waktunya menyusun kembali prioritas yang ada.

Begitu banyak tips yang tersedia untuk menghadapi ujian itu, namun rasanya seperti teori. Apakah harus sering ujian untuk mengalahkan kegugupan ini? Tidak juga, dengan persiapan matang dan latihan yang dilakukan, sedikit banyak akan membantu. Sesekali cobalah untuk tersenyum untuk mencairkan ketegangan yang ada. Waktunya belajar maka belajarlah, sesekali berikan penghargaan atas usaha yang telah kamu lakukan, bersantailah sebentar.

Seperti ajaran sederhana dari Ajahn, ketika kamu mengangkat gelas berisi air dalam 1 menit maka kamu akan merasa enteng. Dalam beberapa menit ke depan, kamu akan mulai merasa kesakitan dan tanganmu mulai kesemutan. Apa yang harus kamu lakukan? Mengapa tidak coba kamu letakkan sebentar gelas itu dari genggamanmu? Maka ketika kamu mengangkatnya kembali, kamu akan merasa lebih mudah untuk beberapa menit ke depannya.

Dan saatnya menanti hasil. Hasil jelek akan membuatmu untuk mengetahui kesalahanmu dan belajarlah darinya. Hasil bagus janganlah membuatmu bangga hingga lupa akan daratan. Peruntungan juga turut andil untuk hasilnya. Biarlah bunga matahari ini memberikan sinar keberuntungannya.