MENGGAPAI IMPIAN

                 Impian adalah suatu angan atau suatu target yang ingin dicapai di dalam suatu fase hidup, yang bisa dikejar sejak dini atau maupun baru dikejar di akhir hayat. Keberhasilan mencapai impian tidak bisa diukur dari umur seseorang, tapi usaha dan komitmen. Suatu Restoran yang terkenal di Dunia, yaitu KFC, tidak tercipta dari seorang anak muda ataupun seorang pria yang ada dalam umur produktif, tapi diciptakan oleh seorang Kakek. Kakek yang terkenal dengan jenggot putih dan ayam crispy-nya.

                 Mau Ayam Original atau Crispy? Ayam Original seperti ayam yang mulus tanpa retak-retakan tepung, sedangkan Crispy adalah Ayam yang dilapisi oleh remah-remah tepung. Seperti hidup, apakah anda memilih yang mulus saja atau penuh retak-retak atau jalan yang kasar? Harapannya pasti yang mulus. Tapi apakah ada orang sukses yang berhasil karena jalan yang mulus?

                 Sebagian dari kita, hanya melihat kesuksesan seseorang ketika dia sudah mencapai Langit. Jarang sekali diperhatikan bagaimana tangga yang telah dia bangun untuk mencapai langit tersebut. Tangga tersebut sudah melewati Angin kencang, Hujan, bahkan teriknya matahari, hingga kehilangan Oksigen di atmosfer. Oleh karena itu, banyak orang sukses menceritakan kesuksesan mereka, namun disertai bagaimana mendapatkannya. Bagian paling menarik adalah bagaimana jatuh bangun, tangisan, dan penolakan yang telah dialami.

                 Biarkan Impianmu berada sekitar 5 cm di atas dahimu! Begitu suatu ungkapan dalam suatu film Indonesia yang sangat terkenal. Impian memang harus terus menjadi tatapan masa depan, jadi selalu ada di depan. Tatapan kebelakang adalah tatapan pengalaman, yang hanya sekilas saja perlu dilakukan. Tatapan ke samping adalah strategi untuk mengatasi masalah. Tatapan – tatapan tersebut lah yang mengakibatkan impian dapat diraih.

                 Lalu, apa yang dilakukan ketika sudah diraih? Jangan lupa, ada Tatapan ke Bawah dan Ke Atas yang perlu dilakukan juga. Tatapan ke bawah yang berarti tatapan untuk peduli terhadap sesame, sedangkan Tatapan ke atas berarti tatapan syukur kepada Tuhan.

                 Impian harus diraih, namun hal tersebut harus sesuai dengan Kehendak-Nya. Jika sudah sesuai kehendak-Nya, harus disertai dengan Iman yang kuat dan perbuatan yang baik.

                 Seperti halnya sebuah Kereta Gantung yang melewati Kabut Tebal, tujuan sudah ditentukan. Namun, terkadang pandangan ke depan tertutup rasa khawatir. Sebagai seorang pemenang, tujuan yang sudah ditentukan tinggal dijalani saja, dan tidak perlu takut tidak sampai, asalkan tenaga yang diberikan selalu ada.

                 Kabut yang tebal, tidak dapat menutupi Gedung-Gedung yang besar. Masalah, Kekhawatiran, dan Ketakutan tidak dapat menutupi Impian yang besar. Jadi, tidak akan ada yang bisa menghalangi anda menuju Impian Anda, jika bukan Anda sendiri yang menghalanginya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s