Setiakah?

Langkah kaki kecilmu berjalan kesana kemari mengikuti saudaramu dan indukmu, kamu yang selalu berada di deretan belakang. Kemana induk dan saudaramu pergi, kamu akan tetap setia dan patuh mengekori mereka. Apakah kamu harus begitu patuh atau apakah karena ketidakberdayaanmu yang memaksamu untuk tetap patuh? Namun di saat indukmu berkokok di pagi hari, kamu hanya bisa menciap-ciap kegirangan. Lantas apakah kamu di-cap tidak setia dan tidak patuh karena tidak berkokok?

Mentari bersinar di pagi hari dan tenggelam di ufuk barat sesuai waktunya. Apakah di saat itu akan ditemani awan hitam dan halilintar, mentari tetap akan ada di singgasananya, tetap bersinar dan beristirahat di kala sang Bulan menyapanya. Bulan dan temannya para bintang bergantian dengan mentari menerangi bumi ini. Apakah mereka begitu teguh dan setia akan pencitraan tersebut? Apakah mereka bisa melalaikan semua itu? Siapa yang bisa melawan hukum alam?

Begitu juga dengan manusia yang tidak dapat mempungkiri kodratnya. Lahir, tumbuh dewasa, merasakan sakit dan bahagia, melahirkan bagi beberapa kaum hawa, tua dan meninggal. Tiap hari manusia di bumi ini akan bangun dan memulai aktivitasnya. Berucap syukur, melakukan olahraga ringan, memperhatikan nafas, menyapa dan senyum ke dirinya sendiri atau sekedar mengecek telepon selulernya, merasa dirinya paling sibuk dan penting dengan mengecek apakah ada pesan masuk untuk dirinya, mengecek postingan/ feeds baru di dunia mayanya. Itu hanya beberapa contoh rutinitas beberapa manusia ketika bangun pagi.

Hari ini dan jam sekian belajar musik, jam sekian belajar bahasa, jam sekian waktunya nonton, esoknya jam sekian waktunya dengan teman dan keluarga dan sebagainya. Esok harinya mungkin dia bisa mengingkari jadwalnya, menghianati prinsip dan tujuannya. Mengeluh waktunya tidak pernah cukup, namun sangat gampang pula ia mengabaikan waktu yang ia peroleh. Sampai kapan ia masih bisa menerima konsekuensi atas penghianatannya. Namun, semuanya butuh waktu, butuh ketekadan hati, disiplin dan tanggun jawab, berpendirian teguh dan setia. Apakah ia perlu suntikan motivasi dibalik semua itu?

Belajarlah ia setiap waktu,

disusunilah prioritasnya. Dan lama kelamaan jika ia tetap setia dan menjalani sesuai prinsipnya, tanpa sadar semuanya akan menjadi rutinitas. Namun akan menjadi rutinitas positif, rutinitas yang dapat mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. Dibuatnya rutinitas-rutinitas tersebut menyenangkan dan berwarna sehingga ia tidak mudah terlena dan tergoda dengan si bosan.

Sedalam apa keteguhan dan kesetiaanmu, hanya dirimu yang paling mengetahuinya.

Jika demikian, apa makna setia bagi kamu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s