Hidup adalah Perjalanan

Advertisements

KHAWATIR BUKAN PELIHARAAN

              Seorang Diri di Ujung Tebing yang memperlihatkan keindahan Laut, namun di dalam hati terdapat hati yang kering akan kekhawatiran. Ingin rasanya melompat dan segera menenggelamkan diri ini hingga hati menjadi basah. Tidak ada damai sejahtera, yang ada hanya pemikiran akan perasaan buruk yang mendalam akan masa depan.

              Khawatir merupakan suatu perasaan yang timbul akan hal yang belum pasti. Lalu, kenapa hati yang kering itu bisa tercipta, bukankah itu belum pasti? Itulah Manusia, diberikan Akal dan Pikiran oleh Maha Pencipta, namun sering berlebihan ketika menggunakannya.

              Setiap Manusia pasti akan mengalami Khawatir, tetapi tidak semua orang menjadikan hal tersebut sebagai ketakutan dan kecemasan. Khawatir sebenarnya sebagai bentuk tanggung jawab akan masa depan, namun terkadang Persentase Ketakutan dan Kecemasan lebih banyak memenuhi ruang diri kita, sehingga Khawatir menjadi penutup pandangan yang seharusnya jernih.

              Manusia yang merupakan ciptaan yang paling mulia, seharusnya harus menunjukkan kemuliaannya. Bukankah burung pipit di udara saja, Tuhan pelihara? Lalu kenapa harus takut dan cemas? Khawatir yang menghasilkan ketakutan maupun kecemasan adalah buah dari pemikiran yang lahir untuk menuju ke arah yang negatif. Padahal, Pemikiran positif itu lebih membangun diri.

              Khawatir itu seharusnya diserahkan pada Tuhan karena masa depan atau masalah yang belum pasti itu adalah Urusan-Nya. Kita sebagai manusia hanya perlu menjalankan apapun yang baik dengan maksimal, bukan memikirkan sesuatu dengan maksimal hingga mengarah kepada hal yang negatif.

              Bagaimana kalau nanti tidak jadi? Bagaimana kalau dia diambil orang lain? Bagaimana jika tidak lulus? Bukannya kalian belum berusaha ketika berpikir seperti itu, Rencana yang anda susun dalam hidup pasti ingin menjadi yang terbaik!, Lalu kenapa berpikir yang terburuk?

              Bangun!!!! Anda hanya dipermainkan pemikiran saja! Rasa khawatir hanya membuang waktumu. Apakah kekuatiran itu dapat menambahkan sesuatu yang positif dalam hidupmu?? Tidak ada!!, jadi kenapa harus khawatir?

              Berharaplah kepada Sang Pencipta, karena dibalik kekhawatiran tidak ada apa-apa. Namun, didalam Pengharapan kepada Sang Pencipta terhadap kekuatan luar biasa, yang memberikan semangat yang terus dapat menguatkan jiwa, bukan mengeringkan tulang anda.

              Kita tidak dapat menghilangkan rasa khawatir hingga kita menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik, yaitu doa. Jadi, Khawatir itu bukan peliharaanmu, tapi Doa yang rutin yang perlu kamu pelihara tiap hari.

 

Alih-Alih Khawatir

Lorong panjang berkabut itu sepertinya tidak akan pernah habis dilalui. Kaki ini pun hanya bisa berlari secepat mungkin, tidak mengenal arah, hanya mencari seberkas cahaya di ujung lorong. Beberapa kali kuterjatuh karena gelapnya lorong itu. Dan malam itu terasa begitu lama seperti pagi yang tidak mungkin kunjung datang. Pikiran dan perasaan yang melekat itu selalu hadir, tidak pernah absen sehingga menutup mata hati kecil ini untuk menggapai cahaya di ujung lorong. Capaikah kamu?

Khawatir, pikiran dan perasaan inilah yang selalu dibawa dan disetiakan. Ketika kedua mata ini terbuka di pagi hari, tanpa disadari khawatir itu duluan menyapa. Terkadang khawatir mengalahkan rasa syukur. Seperti hujan di pagi hari, khawatir mulai menggerogoti pikiran ini. Apakah nantinya menyebabkan banjir, macet dan akhirnya akan kesiangan ke kantor? Mungkin sebagian lagi akan resah jika rumah dan sekitarnya terendam banjir. Bagaimana kalau cuaca cerah? Khawatir juga perjalanan akan terhambat dan lain sebagainya. Intinya pasti ada rasa khawatir tersebut. Mungkin sudah lama tertutup gelapnya lorong itu sehingga kita lupa tuk menyiram perasaan dan pikiran kita, salah satunya dengan bersyukur. Mungkin juga kita sudah beradaptasi dan bermutasi dengan gelapnya lorong itu.

Biasanya khawatir itu datang dengan sahabatnya, si takut. Ketakutan dan khawatir akan masa depan sudah menjadi makanan pokok. Ditambah bumbu keresahan apa yang dilakukan di masa lalu. Resah apa yang dilakukan sudah maksimal belum, apakah sudah menjadi orang baik, apakah menyesal, apakah dan apakahh… Begitu banyak waktunya untuk khawatir sehingga rasa gurihnya masa ini dengan cepat tertelan melewati kerongkongan keringnya.

Khawatir ini mengingatkanku akan kisah dari seorang guru yang kukenal sebagai sosok paling bahagia di dunia ini, Ajahn Brahm.

Alkisah seorang pria dikejar seekor macan di hutan. Saat macan semakin mendekat, ia melihat sebuah sumur kosong. Tanpa pikir panjang ia pun lompat ke sumur tua itu. Sayangnya ia tak tahu bahwa di dasar sumur itu terdapat ular hitam yang besar. Lalu ia pun mencoba menghentikan laju jatuhnya dengan berpegangan pada juluran akar yang kebetulan menggantung di dalam sumur itu.

Akhirnya pria itu pun terjebak dengan ular di bawah kakinya dan macan di atas kepalanya. Namun masalahnya bukan hanya itu. Selama ia merenungkan keadannya yang mengenaskan itu, ia melihat dua ekor tikus, hitam dan putih, yang keluar dari lubang kecil di dinding sumur lalu menggerogoti akar pohon yang dipegangnya. Saat sang macan menjulurkan cakarnya ke dalam sumur, tidak sengaja kaki belakangnya menggoyang sebuah pohon kecil dengan sarang lebah di salah satu dahannya. Madu pun mulai menetes ke dalam sumur. Melihat hal tersebut, pria itu mencoba meraih madu itu dengan lidahnya. Pada situasi yang hopeless tersebut, ia pun menjilat madu yang jatuh dan berkata kepada dirinya sendiri sembari tersenyum ”Mmm… Enak sekali!”.

Dari kisah itu alih-alih khawatir, kita bisa mencoba untuk pasrah dan menerima. Masa depan bukanlah hal yang pasti, mungkin saja nasib masih bisa berubah. Bisa saja macan yang hampir menerkam pria dalam sumur tadi tergelincir dan jatuh ke dalam sumur dan menimpa si ular sampai mati, dan pria itu pun bisa selamat dengan keluar memanjat akar pohon sebelum habis digerogoti tikus. Tentukanlah tujuanmu dan berjalanlah seiring dengannya. Selesaikan satu persatu permasalahan yang ada, bukan ditunda yang menyebabkan perasaan khawatir semakin berat. Satu permasalahan selesai, satu perasaan bebas yang didapat.

Keinginan di antara Impian

Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ingin itu banyak sekalii
Semua semua dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan dengan kantong ajaibb…

Apakah keinginan itu dapat dengan mudah dikabulkan dengan kantong doraemon? Apa sih pesan tersirat dari lantunan doraemon tersebut?

Terlalu banyak keinginan namun tidak mempunyai tekad dan usaha untuk menggapainya bagaikan penikmat mimpi.

Hanya angan-angan yang selalu diimpikan di setiap waktu lamunannya. Namun bukan berarti kita tidak boleh bermimpi. Beberapa di antara kita mungkin akan melahirkan bibit tekadnya ketika bermimpi. Mereka yang memilih bangun dari tidurnya untuk meraih impiannya.

Impian dan cita-cita sama-sama bermula dari satu titik yang sama yaitu keinginan. Namun biasanya cita-cita lebih identik ke profesi yang  diinginkan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, guru sering menanyakan cita-cita kita. Cita-cita itu ditancap di pikiran kita sebagai tujuan hidup. Saat itu kita berlomba dan bebas menentukannya sesuai keinginan. Perlahan ia bisa memudar ketika kita yang beranjak dewasa, kita yang ternoda materi dan kerasnya hidup ini. Ia akan beralih keinginan yang lebih menghasilkan duit walaupun terkadang ia menyiksa pikiran dan raga tuannya. Mungkin sangat sedikit yang masih setia akan cita-citanya dari kecil.

Beralih ke impian. Impian melebihi cita-cita. Cakupannya lebih luas, ia bersahaja dan mengarah ke kualitas hidup yang berharap lebih bagi tuannya. Ia tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur seperti cita-cita. Ia bisa sebagai mimpi yang hanya tertidur ataupun sebagai jalan setapak kecil yang mengarah ke lautan. Apapun itu tuntunlah ia agar tidak merugikan orang di sekitar tuannya.

MENGGAPAI IMPIAN

                 Impian adalah suatu angan atau suatu target yang ingin dicapai di dalam suatu fase hidup, yang bisa dikejar sejak dini atau maupun baru dikejar di akhir hayat. Keberhasilan mencapai impian tidak bisa diukur dari umur seseorang, tapi usaha dan komitmen. Suatu Restoran yang terkenal di Dunia, yaitu KFC, tidak tercipta dari seorang anak muda ataupun seorang pria yang ada dalam umur produktif, tapi diciptakan oleh seorang Kakek. Kakek yang terkenal dengan jenggot putih dan ayam crispy-nya.

                 Mau Ayam Original atau Crispy? Ayam Original seperti ayam yang mulus tanpa retak-retakan tepung, sedangkan Crispy adalah Ayam yang dilapisi oleh remah-remah tepung. Seperti hidup, apakah anda memilih yang mulus saja atau penuh retak-retak atau jalan yang kasar? Harapannya pasti yang mulus. Tapi apakah ada orang sukses yang berhasil karena jalan yang mulus?

                 Sebagian dari kita, hanya melihat kesuksesan seseorang ketika dia sudah mencapai Langit. Jarang sekali diperhatikan bagaimana tangga yang telah dia bangun untuk mencapai langit tersebut. Tangga tersebut sudah melewati Angin kencang, Hujan, bahkan teriknya matahari, hingga kehilangan Oksigen di atmosfer. Oleh karena itu, banyak orang sukses menceritakan kesuksesan mereka, namun disertai bagaimana mendapatkannya. Bagian paling menarik adalah bagaimana jatuh bangun, tangisan, dan penolakan yang telah dialami.

                 Biarkan Impianmu berada sekitar 5 cm di atas dahimu! Begitu suatu ungkapan dalam suatu film Indonesia yang sangat terkenal. Impian memang harus terus menjadi tatapan masa depan, jadi selalu ada di depan. Tatapan kebelakang adalah tatapan pengalaman, yang hanya sekilas saja perlu dilakukan. Tatapan ke samping adalah strategi untuk mengatasi masalah. Tatapan – tatapan tersebut lah yang mengakibatkan impian dapat diraih.

                 Lalu, apa yang dilakukan ketika sudah diraih? Jangan lupa, ada Tatapan ke Bawah dan Ke Atas yang perlu dilakukan juga. Tatapan ke bawah yang berarti tatapan untuk peduli terhadap sesame, sedangkan Tatapan ke atas berarti tatapan syukur kepada Tuhan.

                 Impian harus diraih, namun hal tersebut harus sesuai dengan Kehendak-Nya. Jika sudah sesuai kehendak-Nya, harus disertai dengan Iman yang kuat dan perbuatan yang baik.

                 Seperti halnya sebuah Kereta Gantung yang melewati Kabut Tebal, tujuan sudah ditentukan. Namun, terkadang pandangan ke depan tertutup rasa khawatir. Sebagai seorang pemenang, tujuan yang sudah ditentukan tinggal dijalani saja, dan tidak perlu takut tidak sampai, asalkan tenaga yang diberikan selalu ada.

                 Kabut yang tebal, tidak dapat menutupi Gedung-Gedung yang besar. Masalah, Kekhawatiran, dan Ketakutan tidak dapat menutupi Impian yang besar. Jadi, tidak akan ada yang bisa menghalangi anda menuju Impian Anda, jika bukan Anda sendiri yang menghalanginya.

SUKSES ADALAH……

            Seiring berjalannya Waktu, mulai dari pertama kali oksigen masuk ke dalam tubuh hingga oksigen sulit lagi diraih, ada ruang diantaranya yang disebut dengan Kehidupan. Kehidupan adalah anugerah yang menandakan hadirnya Sang Maha Kuasa sebagai Sang Pemberi. Kelahiran sebagai awal dari kehidupan, diisi dengan penuh darah dan tangis oleh Orangtua. Setelah berjalannya waktu, kursi sekolah diembannya, sampai akhirnya Uang bisa masuk ke rekeningnya dengan kristalisasi keringat.

            Pagi hari 4 kaki, Siang Hari 2 Kaki, dan Malam hari 3 Kaki, seperti itulah teka-teki tentang kehidupan manusia. Namun, seperti Siang Hari yang sudah menjadi 2 Kaki, Manusia sudah dipacu untuk menentukan Arah Hidupnya. Apa cita-citamu nanti? Dokter? Tentara? Pangeran? Putri Indonesia? Pemusik? Atlit? Kesemuanya itu akan menjadi titik awal untuk mengembangkan tubuh agar dapat mencapai cita-cita.

            Jika dibawa ke ruang yang lebih sempit lagi, Targetnya adalah Sukses. Sukses untuk mencapai cita-cita, sukses untuk menjadi orang kaya, sukses untuk membangun keluarga, dan sukses untuk menjadi berkat. Era yang semakin berkembang ini, sering kali, sukses itu diartikan dalam bentuk materi, yaitu uang, rumah, mobil, perusahaan, dan lainnya yang dapat dihitung.

            Namun, tidak semua berpendapat sama, Sukses juga dapat diibaratkan yaitu mendapatkan sesuatu yang bisa dibeli dengan uang maupun yang tidak bisa dibeli dengan uang. Apakah anda dapat membeli Kasur, namun tidak ingin tidur nyenyak (tidak dapat dibeli)?

            Setiap pribadi mempunya taraf individual yang berbeda untuk menentukan Garis Akhir dari Sukses. Oleh karena itu, pastikan target anda adalah target yang dapat dikejar dan tentu saja yang harus anda kejar. Usaha untuk mencapai sukses merupakan kunci untuk menjadi sukses.

            Banyak Kunci yang diberikan oleh Motivator untuk membuka pintu kesuksesan anda. Namun, Apakah Kunci itu sesuai dengan target anda? Seharusnya sesuai, karena pengalaman lah yang telah menciptakan Kunci tersebut. Pastinya, tidak akan sama caranya ataupun jalannya, namun harus disesuaikan dengan keadaan. Bukan hanya Kunci yang harus anda punya, namun apakah Pintu itu sudah benar-benar terbangun? Maksudnya apakah, Sukses yang anda tentukan, sudah benar-benar yang anda ingin kejar?

            Kesuksesan itu akan berarti jika bermakna untuk diri anda sendiri (membawa kebaikan) dan juga dapat bermakna untuk Orang lain. Kehidupan anda diberikan untuk dapat memberikan kehidupan kepada orang lain. Jangan pernah takut untuk memberi dari hasil kesuksesan anda, karena Anda diberi untuk memberi.

Seperti Petinju, Anda lebih baik memberi dibandingkan menerima. Usahalah terus untuk mencapai Pintu Sukses Anda, karena dibalik Pintu itu sudah ada Taman Bunga yang menanti Anda.!!!!

Hidup Bagaikan Air

“Bagaikan air hujan yang jatuh ke bumi. Ia akan bangun dalam wujud uap membentuk titik-titik air di awan.”

Jatuh dan bangun lagi. Adik bayi beberapa kali mendaratkan pantatnya kembali ke landasan kasurnya. Kakinya begitu mungil, pendek dan belum bertenaga. Pelan-pelan dia mencoba menggapai pegangan dan jatuh lagi. Sesekali dia merengek manja, lalu dicobanya kembali. Mungkin merangkak merupakan usaha pertama yang bisa dia perjuangkan. Sampai akhirnya dia bisa menggapai mainannya. Dia menjadi ahli untuk memporakporandakan kamarnya dengan mainannya.

Beranjak dewasa dia mulai belajar banyak hal. Beberapa kali dia jatuh. Pertama kalinya dia belajar naik sepeda, banyak stiker lucu yang bertandang di lututnya. Jatuh tidak membuatnya berhenti belajar. Semakin sering dia jatuh, semakin giat dia, semakin meluap tawanya diselingi rintihan perihnya luka di lutut. Lalu dengan bangganya dia membunyikan lonceng sepedanya, melambaikan tangan ke ibunya dan mengendarai sepedanya menuruni jalanan turunan yang membawanya seakan melayang.

Dari kecil, setiap manusia sudah mengalami jatuh bangun dalam hidupnya. Dari kecil, dia sudah ditempa sedemikian rupa dan dengan inisiatif sendiri dia akan bangkit. Begitu banyak kenangan baik senang maupun luka yang membawa dirinya tumbuh dewasa. Semakin banyak luka yang dia dapat, semakin banyak pembelajaran yang didapat, semakin tau seluk beluk kelemahannya.

Seiring bertambah umurnya terkadang dia menjadi lupa akan perjuangan masa kecilnya, dia memilih berteman dengan lubang hitam di bawah sana. Dia merasa nyaman dengan keluh kesahnya setiap waktu sehingga lupa untuk bangkit. Begitu banyak alasan yang diciptakanya di atas nama angan-angan, itu pula yang dia perjuangkan. Dia kalah dengan anak kecil itu, bukanlah kenangan melainkan dirinya sendiri. Sosok lugu dan selalu haus belajar.

Saya juga pernah jatuh saat mengetahui mama sakit. Banyak perubahan yang terjadi di keluarga dan rumah itu. Perubahan dalam diri yang paling kuketahui. Beberapa kali saya menangis, namun yang paling saya ingat adalah di siang itu ketika teman-temannya datang. Saya yang memilih duduk di lantai di belakang kursi mama, semakin temannya menghibur dan bercerita semakin deras air mata ini mengalir dalam kesunyian, tidak berani untuk membiarkan mama mengetahui tangisan itu. “Menangislah!“, kata tante. Benar, menangislah sepuasnya. Esok akan selalu menjadi hari baru, saya harus bangkit. Yakinlah sesuatu akan ada hikmahnya, semua akan berjalan sesuai karmamu. Kuatlah untuk melepaskannya dan bangkitlah!

Ibarat siklus air dan putaran roda. Kadang dia akan menjadi bintang di atas namun tidak lupa alas kakinya tetap menapak bumi. Kadang dia akan terpuruk dalam sumur kering dan gelap namun dia tetap akan menatap bintang di atasnya.

 

 

SEPASANG YANG SETIA

            Setia itu katanya seperti Romeo dan Juliet, sampai akhir hidupnya pun selalu bersama. Katanya juga seperti Hachiko yang selalu menunggu Tuannya di Stasiun Kereta Api. Kesetiaan itu melambangkan Cinta, Setia yang berarti berpegang teguh, taat, dan patuh terhadap janji atau pendiriannya. Namun keluar dari zona Cinta, Kesetiaan itu juga dapat dilihat selain dari Cinta, yaitu Setia pada Prinsip dari dalam diri sendiri.

            Pernahkah anda memiliki prinsip dalam hidup anda?, seperti Saya tidak mau merokok!, saya tidak mau menjadi Politikus, Saya tidak mau mencoblos “dia” karena beda Agama, atau saya tidak akan berhubungan dengan Mantan Saya karena itu namanya Bullshit!. Semua itu adalah salah satu prinsip yang sering diciptakan dalam diri. Namun, seberapa setiakah anda terhadap kata-kata yang anda buat sendiri itu?

            Sulit pasti kata yang sering terucap! Namun itulah yang namanya prinsip. Prinsip pasti akan diserang dengan situasi Nyaman yang menipu, dengan Kegagalan, dengan Kebahagiaan yang berlebih, dan dengan Cinta. Namun bukankah Prinsip tersebut yang menjadikan anda berbeda dengan yang lain, dan menjadi hal yang dapat membanggakan? Namun, namanya Manusia pasti ada tahap untuk jatuh baik hanya sedalam gorong-gorong atau sedalam laut biru.

            Kesetiaan dalam prinsip itu seharusnya mengakar dalam hati dan pikiran. Itu harga Mati! Dalam tanda kutip, bahwa prinsip itu adalah hal yang baik.

            Seperti halnya sandal atau sepatu, selalu memiliki pasangan, layaknya pribadi manusia yang mempunyai Hati dan Pikiran. Kadang Hati ingin ke kiri, namun pikiran selalu ingin ke kanan. Seni dalam menyeleraskan arah ini yang harus dibentuk dalam berjalannya waktu. Prinsip tidak bisa terpisahkan seperti sepasang sandal, harus bersama, tidak mungkin kaki sebelah yang hanya akan terluka dan menghadapi batu-batu tajam, namun harus bersama dan seirama.

            Roh kita memang penurut, namun Daging kita lemah. Sikap yang teguh dan keras harus dibentuk dalam diri kita jika sudah menancapkan suatu prinsip di pikiran dan hati. Jangan biarkan sandal mu hilang dari kaki mu, karena prinsip-prinsip tersebut menjadi bantalan dalam hidup anda untuk melawan kerasnya batu-batu yang ada, lembeknya pasir, dan panasnya aspal di Jalan. Justru itu yang membuat anda berbeda!

“Kesetiaan anda dalam prinsip yang anda ciptakan harus disertai dengan penguasaan diri, yaitu kesemua rancangan-rancangan yang ada, diserahkan pada Tuhan.”

 

Setiakah?

Langkah kaki kecilmu berjalan kesana kemari mengikuti saudaramu dan indukmu, kamu yang selalu berada di deretan belakang. Kemana induk dan saudaramu pergi, kamu akan tetap setia dan patuh mengekori mereka. Apakah kamu harus begitu patuh atau apakah karena ketidakberdayaanmu yang memaksamu untuk tetap patuh? Namun di saat indukmu berkokok di pagi hari, kamu hanya bisa menciap-ciap kegirangan. Lantas apakah kamu di-cap tidak setia dan tidak patuh karena tidak berkokok?

Mentari bersinar di pagi hari dan tenggelam di ufuk barat sesuai waktunya. Apakah di saat itu akan ditemani awan hitam dan halilintar, mentari tetap akan ada di singgasananya, tetap bersinar dan beristirahat di kala sang Bulan menyapanya. Bulan dan temannya para bintang bergantian dengan mentari menerangi bumi ini. Apakah mereka begitu teguh dan setia akan pencitraan tersebut? Apakah mereka bisa melalaikan semua itu? Siapa yang bisa melawan hukum alam?

Begitu juga dengan manusia yang tidak dapat mempungkiri kodratnya. Lahir, tumbuh dewasa, merasakan sakit dan bahagia, melahirkan bagi beberapa kaum hawa, tua dan meninggal. Tiap hari manusia di bumi ini akan bangun dan memulai aktivitasnya. Berucap syukur, melakukan olahraga ringan, memperhatikan nafas, menyapa dan senyum ke dirinya sendiri atau sekedar mengecek telepon selulernya, merasa dirinya paling sibuk dan penting dengan mengecek apakah ada pesan masuk untuk dirinya, mengecek postingan/ feeds baru di dunia mayanya. Itu hanya beberapa contoh rutinitas beberapa manusia ketika bangun pagi.

Hari ini dan jam sekian belajar musik, jam sekian belajar bahasa, jam sekian waktunya nonton, esoknya jam sekian waktunya dengan teman dan keluarga dan sebagainya. Esok harinya mungkin dia bisa mengingkari jadwalnya, menghianati prinsip dan tujuannya. Mengeluh waktunya tidak pernah cukup, namun sangat gampang pula ia mengabaikan waktu yang ia peroleh. Sampai kapan ia masih bisa menerima konsekuensi atas penghianatannya. Namun, semuanya butuh waktu, butuh ketekadan hati, disiplin dan tanggun jawab, berpendirian teguh dan setia. Apakah ia perlu suntikan motivasi dibalik semua itu?

Belajarlah ia setiap waktu,

disusunilah prioritasnya. Dan lama kelamaan jika ia tetap setia dan menjalani sesuai prinsipnya, tanpa sadar semuanya akan menjadi rutinitas. Namun akan menjadi rutinitas positif, rutinitas yang dapat mengembangkan dirinya menjadi lebih baik. Dibuatnya rutinitas-rutinitas tersebut menyenangkan dan berwarna sehingga ia tidak mudah terlena dan tergoda dengan si bosan.

Sedalam apa keteguhan dan kesetiaanmu, hanya dirimu yang paling mengetahuinya.

Jika demikian, apa makna setia bagi kamu?