Kasih Bagaikan Cahaya Mentari

Mawar terlihat tidak sabar dan deg-deg an menanti hari di mana dia akan bertemu dengan teman barunya, teman yang lebih mengerti dan memperhatikan dirinya. Berharap akan dilepaskan bedongan yang mengikat kakinya. Menantikan kekaguman dan ciuman dari makhluk yang bernama hawa.

Hari itu adalah hari kasih sayang. Di zaman modern ini sepertinya pink bukanlah menjadi favorit bagi kaum hawa di hari itu. Banyak yang mengenakan setelan hitam. Atau sekiranya hari itu adalah hari yang sama dengan hari lainnya, hari yang spesial juga atau hanya hari biasa, hari dengan rutinitas yang sama. Alangkah baiknya jika tiap hari bisa diisi dengan mengasihi dan menyayangi sesama ciptaan kita. Hari untuk dikasihi dan disayangi sesama.

Namun jika setiap harinya adalah sama spesialnya, apakah kelak masih bisa merasakan apa yang disebut spesial jika sudah menjadi rutinitas? Bukankah spesial itu selalu unik? Menjadi unik belum tentu spesial, namun menjadi spesial pasti akan selalu unik.

Menurutku makna kasih sayang termelodi dengan indah dalam sepenggal lirik

Biarkanlah kasih sayang tersebar luas

~ Kasih sayang adalah bahasa yang tidak berwujud…
perasaan yang tidak dapat diraba…
tatapan sukacita…
terima kasih yang tak terucap…
Sebar luaskan kasih sayang, ia bagaikan cahaya mentari yang menghangatkan…. ~

Setiap mendengar alunan lagu tersebut, entah mengapa selalu akan ada buliran air mata. Ada suatu perasaan yang tidak mudah dijelaskan, namun yang kutahu itu bukanlah tangisan sedih ataupun tangisan negatif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s