TEBING HARAPAN

            Pernahkah Anda tidak dapat mengetahui arah hidup anda ketika sudah berada di tempat yang spesial? Atau Anda pernah melihat birunya laut dari tebing namun tidak memiliki arti apa-apa? Atau Melompat dari tebing adalah hal yang anda inginkan?

            14 Februari merupakan Hari Kasih Sayang, Kematian Seorang St. Valentinius untuk melawan suatu perintah akan pernikahan menjadi alasan munculnya perayaan tersebut, namun apakah benar yang ditunjukkan pada peraayaan tersebut adalah Kasih?

            Kasih Sayang merupakan hal yang tidak akan pernah dipisahkan dari kehidupan yang fana ini. Kasih Sayang layaknya harapan tiap hari untuk mendapatkan arti hidup.

            Apakah Anda sudah menemukan orang yang dikasihi? Pasti pernah, apakah bertepuk sebelah tangan? Ataukah dikhianati? Itu hal yang pasti terjadi di dunia ini, namun belum tentu terjadi pada semua orang.

            Suatu perasaan yang mendalam seperti warna Biru Gelap di laut yang menandakan kedalaman Kasih Sayang dan Cinta, terkadang harus melewati Biru Terang yang berada di dekat Karang. Ingin rasanya langsung menyentuh kedalamannya dan berharap tidak dapat kembali lagi. Namun, terkadang tidak semudah itu, ketika sudah merasa di tepi Biru Terang, ternyata Ombak menghempaskan diri kembali ke Batu Karang.

            Benturan yang terjadi mengakibatkan lupa akan daratan dan lupa akan hidup yang sewajarnya. Kecewa! Dangkal sekali yang kudapat! Tidak ada Kelanjutannya? Bagaimana Saya bisa menyelam lagi? Lalu anda menyalahkan diri Anda, dan akhirnya kepahitan lahir. Seolah-olah Anda benci pada Kedalaman Tersebut padahal Anda benci pada diri Anda Sendiri.

            Sudahlah! Hidup Cuma sekali, tidak perlu anda penuhi dengan tangisan yang tidak akan memberikan dampak pada laut tersebut. Sekarang, Anda berada di atas Tebing Karang tersebut! Anda sudah dapat melihat Kedalaman tersebut dan melihat Kedangkalah tersebut. Yap! Jangan diulangi lagi, belajarlah dari pengalaman Anda. Kegagalan Anda bukanlah untuk ditangisi tapi untuk tidak diulangi lagi.

            Kasih yang sejati tidak akan pernah meninggalkan Anda, tetapi dia selalu ada disamping Anda biarpun jiwa dan raganya tidak disamping Anda. Dia selalu mengawasi Anda, karena Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri……..

“Kasih itu tidak berkesudahan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s